![]() |
| Chael Abygail Immanuel Valentina |
About Me
- Abygail
- Balikpapan, Indonesia
- hanya seorang yang terlahir sebagai perempuan yang terkadang sering mencoba bertingkah sebagai laki-laki. makhluk bumi yang sangatlah biasa dengan tingkah polah yang tidak biasa, sangat menyukai laut dan segala misteri didalamnya, langit dengan kesemestaannya, hujan dengan kerinduannya, buku dengan pertualangannya dan music dalam kedamaiannya.
Rabu, Mei 23, 2012
Kamis, Oktober 13, 2011
Better in Time

I didn't know where to turn to
See somehow I can't forget you
After all that we've been through
Going coming thought I heard a knock
Who's there no one
Thinking that I deserve it
Now I realise that I really didn't know
If you didn't notice you mean everything
Quickly I'm learning to love again
All I know is I'm gon' be ok
[Chorus:]
Thought I couldn't live without you
It's gonna hurt when it heals too
It'll all get better in time
And even though I really love you
I'm gonna smile cause I deserve to
It'll all get better in time
I couldn't turn on the TV
Without something there to remaind me
Was it all that easy
To just put aside your feelings
If I'm dreaming don't wanna laugh
Hurt my feelings but that's the path
I believe in
And I know that time will heal it
If you didn't notice boy you meant everything
Quickly I'm learning to love again
All I know is I'm gon' be ok
[Chorus:]
Thought I couldn't live without you
It's gonna hurt when it heals too
It'll all get better in time
And even though I really love you
I'm gonna smile cause I deserve to
It'll all get better in time
Since there's no more you and me
It's time I let you go
So I can be free
And live my life how it should be
No matter how hard it is I'll be fine without you
Yes I will
[Chorus: X2]
Thought I couldn't live without you
It's gonna hurt when it heals too
It'll all get better in time
And even though I really love you
I'm gonna smile cause I deserve to
It'll all get better in time
Selasa, Juni 14, 2011
Just the way you are

Her eyes, her eyes
make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
falls perfectly without her trying
She's so beautiful
And I tell her everyday (yeahh)
I know, I know
When I compliment her she won't believe me
And it's so, it's so
Sad to think that she don't see what I see
But everytime she asks me "Do I look okay?"
I say
[Chorus]
When I see your face
There's not a thing that I would change
'Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing
Just the way you are
[Verse 2]
Her lips, her lips
I could kiss them all day if she let me
Her laugh, her laugh
she hates but I think it's so sexy
She's so beautiful
And I tell her everyday
Oh you know, you know, you know
I'd never ask you to change
If perfects what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking if you look okay
'Cause you know I'll say
[Chorus]
When I see your face
There's not a thing that I would change
'Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are
[Repeat Chorus]
Jumat, Juni 10, 2011
Pagi ini aku (bukan) ingin merayumu
: Yang selalu memanggilku dengan lembut sayang,...Bli Nyoman
Memulai pagi ini dengan mengulum manisnya senyummu
Saat mengenang adanya kisah dibalik kacamatamu
Tentangmu dan kehangatan tatapan mata jernih itu
Yang mampu melukis senyum di ujung bibir tanpa rasa ragu
Tawamu mengindahkan hariku
Lewat caramu menjagaku
Senyumanmu menghangatkan jiwaku
Lewat lembutnya caramu menyayangiku
Sayang, pagi ini aku bukan ingin merayumu
Dengan seribu kata-kata manis rayuan gombal
Karena kaulah yang termanis didalam hatiku
Dengan ketulusan caramu mencintaiku
Dan saat ini aku ingin terus berteduh dalam rumah hatimu
Pagi ini aku ingin merayumu
Kusapa pagi yang dingin ini
Dengan kehangatan jiwamu yang telah menyelimuti hati ini
Tersenyum diantara keriuhan hati
Yang kunikmati diantara ketaktenangan jiwa
Kau yang sempat mampir diingatan, kini telah menetap dihatiku
Mencipta ruangmu yang kau hias dengan sejuta rasa untukku
Dan kau bermain dengan bebas dalam ingatan juga hatiku
Ketika kutatap mataku, ada kamu tersenyum lembut padaku
Dalam kegelisahan jiwa
Hati ini telah menetapkan arah kepulangannya
Ketika tiap jejak langkahku, ada rindu yang terurai ; hanya untukmu
Dan hati ini pun utuh menjadi milikmu
Balikpapan, June 2011
Jumat, Juni 03, 2011
Juni yang ditunggu
and, finally, June is coming!!
Jumat, Mei 27, 2011
Tersenyum

Tersenyum untuk kebaikan hati ; Ketulusan jiwa
Tersenyum untuk segala waktu yang berputar
Tersenyum untuk sebuah Pertemuan
Tersenyum untuk tiap kenangan yang tercipta
Sbab Dia baik, Ada masa untuk segala sesuatu, maka dari itu Tersenyumlah.
Jumat, Mei 20, 2011
Diantara Padang – Balikpapan, 3 tahun lalu.
Lagi iseng banget ngaduk-ngaduk isi daleman komputer yang sudah lama gak terjamah, dan ternyata tidak disangka aku menemukan beberapa file-fle jahiliah yang bikin senyum-senyum sendiri. Jadi ceritanya dulu aku sempet masukin lamaran ke salah satu Rumah Sakit di Padang, Sumatera Barat. Aku sendiri gak tahu di sudut kota Padang bagian mana pula tuh Rumah Sakit berada. Dapet alamatnya juga di kasih temen tetangga di rumah di Tanjung Enim, Palembang yang kebetulan ada temennya kerja di Rumah Sakit di sana. “masukin lamaran aja ke sana lisa, rumah sakitnya bagus loh, besar juga kok” dan aku yang sedang desperado belum juga dapet kerja post 2 bulan keluar dari gerbang UNSRI dengan nurutnya mengirim semua lamaran ke Rumah Sakit yang diusulkan. Berharap dapet panggilan udah lumayan. Dan aku memilih Ibu kota sebagai tempat luntang lantung tak tahu arah bersama teman seperjuangan kampus sinta stellar gendeng ternyata membuahkan hasil yang “cukup” lumayan ampuh untuk membuat kaki ini kuat melompat dari satu kota ke kota lain dalam waktu bersamaan, selain dengan bergelantungan di busway tentunya.
Gak disangka, sepertinya lamaran itu sampai juga di halaman Rumah Sakit di Padang sepertinya. Terima kasih banyak untuk bapak tukang pos J. Datangnya panggilan untuk interview dari kota Padang membuatku sendiri agak kaget karena gak nyangka bakalan dapet panggilan dari sana ya. Padang gitu loh ya, lumayan jauh bo’. Sebenarnya aku udah pernah ke Padang, waktu jaman SMP kayaknya dan lumayan lama, ngabisin waktu liburan sekolah 3 minggu bareng tante yang kebetulan suaminya kerja disana. Suka dengan kotanya, banyak tempat wisata. Hampir semua tempat wisata kita jelajahin disana, sampe ke Sikuai island yang dulunya banyak orang gak tahu karena termasuk private island. Dan pengen banget suatu saat nanti balik lagi berwisata backpacker ke sana, tapi gak pernah terpikir kerja disana juga. Karena adanya ketidakyakinan bisa hidup di sana sendirian, aku pun berkonsultasi dengan Bapa, saat itu aku bilang “ Bapa, ini Padang loh.. gak kejauhan ya lisa ke Padang” dan simlabim tiba-tiba ada panggilan dari salah satu Rumah Sakit di Jakarta untuk test tahap selanjutnya yang sebelumnya sudah interview. Dan dengan sopan aku pun menghubungi Rumah sakit di Padang untuk menjadwal ulang interviewnya, untungnya mereka setuju. Baik ya mereka, mau tau alasannya? Aku bilang opung saya sakit, padahal opung saya sudah meninggal. Ups! Itu atas ide gilenya linda ya, bukan saya.
Satu minggu sudah lewat, tak ada lagi jadwal-jadwal panggilan. Tibanya Rumah sakit dari Padang menghubungi lagi untuk melakukan test disana. Dan saat itu semua sudah memutuskan, “ok,.. lisa kamu ke Padang... kita pesan tiket aja langsung” dan aku Cuma mengangguk-mengiyakan. Dan kembali aku berkonsultasi lagi dengan Bapaku yang luar bisa itu “ Bapa, jadi ya lisa ke Padang,..Padang ya Bapa?” dan abrakadabra sorenya aku dapet panggilan kerja lagi yang akhirnya menggagalkan keberangkatan ke Padang untuk kedua kalinya. Sampe akhirnya adekku si linda bingung “kenapa ya kak, kok keberangkatanmu ke Padang ada aja yang menghalang” dan aku pun sama bingungnya.
Sedang membuat jadwal janji dengan Rumah sakit di Padang, tiba-tiba ada panggilan dari Rumah Sakit di Balikpapan. Yang lebih tragisnya, mereka menelponnya hari senin, untuk interview hari selasa dan akhinya dengan alasan posisi sedang di Jakarta, mereka mengundurkannya ke hari rabu. Yang langsung membuatku berburu tiket ke Balikpapan. Dan aku kembalikan lagi pada Bapa “Bapa, Balikpapan ya, lisa belum pernah kesana.. ” and..... nothinhg happen. Perjalanan semua dilancarkan. Pintu semua dibukakan. Tuhan Yesus malah memilihkanku kota yang belum pernah sama sekali kukunjungi. Pada saat keberangkatan di bandara Soekarno – Hatta pun aku berkenalan dengan seorang perempuan yang kebetulan dari Pontianak mau ke Balikpapan tapi transit di jakarta dulu, dan bukan suatu kebetulan ternyata kami di pesawat satu bangku. Haah..!! Bahkan Tuhan pun sudah memikirkan memberikanku teman ngobrol selama perjalanan itu yang mengurangi rasa takutku.
Jadi inget waktu gempa di Padang, aku melihat berita kalo Rumah Sakit ini juga merupakan bagian dari gempa di Padang. Saat itu aku terdiam, menyaksikan berita gempa Padang. Berduka atas korban-korban gempa di Padang, tapi aku juga terharu atas apa yang sudah Tuhan lakukan buatku. Dia sudah terlebih dahulu menolongku dari kejadian gempa Padang itu. Apa yang tak bisa dibayangkan oleh manusia, semuanya bisa dilakukan hanya olehNya. Kuncinya hanya berserah, dan biarkan Dia yang bekerja penuh atasmu.
Sempet membayangkan, andai saat itu memilih pergi ke Padang. Begimana ya kehidupanku disana? Hehehe..mungkin jadi sangat penikmat makanan pedas, entahlah.. waktu pun tak dapat diulang, lagian aku juga sudah sangaaat-sangat menikmati hidupku di Balikpapan ini, Kota yang Dia pilihkan untukku. Dan aku bersyukur dengan semua yang Dia lakukan dan Dia berikan untukku. Haleluya.
Umur 14 Tahun
Entahlah, sepertinya ketika aku berumur 14 tahun otakku tidak sebegitu rumitnya dengan urusan yang namanya cinta. Aku bersyukur jaman dunia umur 14 tahunku itu gak terkontaminasi dengan yang namanya dunia facecook, twitter ataupun BB. Permainanku masih layaknya permainan Indonesia kayak maen gerobak sodor, berburu nangkep layangan putus , maen kelereng, manjat pohon seri, mandi ujan maen sumputan sama maen basket (kedengarannya kok semua permainan para lelaki ya?? J ) . Bagiku saat menikmati masa-masa remaja itu adalah hal yang menyenangkan. Yah, adalah cinta-cinta-monyet-anak-smp. Jadi inget, pernah ada yang pake alasan pinjem buku geografi ku trus pas dia balikin bukunya udah dia kasih sampul plastik, jadi rapi banget deh trus di dalamnya ada kata-kata “aku suka kamu” ahhhayyyy... dia minta respon, tapi aku malah bilang “kok buku ku dicoret-coret didalemnya?” hahahah... dodol kan saya L. Sekarang kalo diperhatiin, gak ada lagi remaja-remaja yang maen congklak, barbie ataupun monopoli. Mereka bilang permainan itu gak gaul,jadul dan ketinggalan jaman. Ngomong-ngomong barbie, kayaknya aku gak ada koleksi barbie deh. Gak ada ato aku yang gak mau ya waktu itu, hehehe.. terlalu wanita sih permainan itu.
Memang dunia sudah semakin berkembang dengan majunya beberapa macam teknologi. Dan kita juga mau gak mau akhirnya mengikuti semua perkembangan-perkembangan itu. Kalo ada yang berkata ya gak usah ikutin perkembangan aja biar hidup gak semakin “liar” ya gak gitu juga kali ya, emang kita selamanya mau hidup di jaman batu yang makan daun apa? Harus mengakui kita mendapatkan banyak keuntungan dari perkembangan teknologi yang semakin cihuy ini. Salah satu contohnya dengan berkembangnya teknologi komunikasi membuat kita gak sulit untuk menghubungi saudara-saudara yang jauh sekalipun di ujung berung sana. Jaman aku belum ngudeng dengan yang namanya email, aku kirim surat tuh ke tanteku yang di Inggris masih pake perangko pula, sampe kadang-kadang mikir tuh surat nyampe gak sih saking lamanya. Malah sekarang dengan adanya bala bantuan Skype aku bisa video call-an tuh dengan temenku. Bahkan dengan adanya mbah google, kita bisa nanya apa aja sama dia. Masukkan aja apa yang ingin dicari dan ddrrrttt... keluar deh....dengan lengkap semua datanya. Keren kan?? Dulu hidup tanpa HP biasa aja tuh, sekarang ada yang gak punya HP?? Tukang bakso di deket RS tempat ku kerja aja, kalo mau pesen bakso sama dia cukup telpon ke hp nya dan 10 menit kemudian bakso udah dianter ke ruangan. Hmm.. mudahnya dunia sekarang. J
Kita manusia tercipta dengan otak yang sungguh luar biasa yang dapat menyimpan memori dengan kapasitas lebih dari komputer tercanggih sekalipun di dunia tapi layaknya seperti sebuah komputer kita juga harus punya scan virus yang mampu me-scaning semua data-data yang akan tersimpan dalam otak kita. Kehidupan kita sering kali dipaparkan oleh informasi-informasi yang sangat “jahat” untuk otak dan hati kita. Terlalu sayang bila kita harung menyimpan semua data itu. Banyaknya tontonan yang tak ada pesan moral sama sekali, hanya menampilkan kejahatan, kekerasan dan sex tanpa edukasi. Terkadang kita menyalahkan mereka yang membuat tontonan tersebut, tapi inilah dunia mereka juga mencari uang untuk hidup. Dan mereka tak mau repot-repot memikirkan pesan moral atau apalah. Egois adalah sifat dasar dari manusia. Belakangan sedang marak juga film-film yang berbau suster horor. Mulai dari suster ngesot, suster keramas dan apalagi nantinya. Dengan iklan yang dipampang di tv dan itu ditonton oleh semua anak segala usia yang mungkin bagian humasnya lupa akan satu hal, anak-anak itu kelak bila sakit akan dirawat oleh perawat alias suster yang sudah tercemari dengan ke-horor-an nya. Apa gak ada profesi lain lagi kah untuk dibuat horor?? Rumah sakit harusnya menjadi rumah yang nyaman untuk istirahat bagi mereka yang sakit, tapi...???
Umur 14 tahun adalah umur-umur dimana segala keingintahuan segala hal, perpindahan dari masa anak-anak memasuki dunia remaja yang terkadang mereka merasa remaja adalah masa mereka “cukup dewasa” untuk mengetahui banyak hal tanpa perlu mereka tahu bahwa perlu adanya scan virus untuk menerima segala keingintahuan mereka. Pemaparan informasi-informasi yang mereka dapat, baik dari tontonan, pemandangan sehari-hari yang mereka lihat, perilaku kasar yang terkadang mereka dapat mereka rekam dan simpan sendiri tanpa penyaringan scaning sedikitpun. Di masa remaja, dimana kah scaning itu? yang seharusnya disitulah peran orang tua dan mereka yang menganggap dirinya telah “dewasa” bekerja sebagai scaning untuk mereka, bukan dengan menambahkan tekanan dalam hidup mereka sehingga seolah-olah mereka adalah manusia dengan umur segitu yang memang sudah pantas menerima perlakuan itu. Masa remaja seharunya menjadi masa yang paling masa menyenangkan, perpindahan dari anak-anak sd yang suka ingusan menjadi anak yang penuh dengan aktifitas dunia remaja pada umumnya sambil merasakan masa-masa pertumbuhan yang perlahan dalam tubuhnya yang bergejolak. Terlambat datang upacara, lupa bawa dasi dan topi dan dihukum hormat pada tiang bendera adalah hal yang paling seru. Bukan dengan menghukum diri sendri dengan racun tikus karena sebuah pengertian kata cinta yang tak mereka pahami. Hidup terlalu menyenangkan untuk diakhiri pada saat di masa-masa yang menyenangkan.
Cinta ; Satu kata yang simpel dan bermakna dalam berarti luas. Selamilah tapi jangan kau minum airnya hingga buat kau tenggelam.
Hanya sebuah pembuktian perasaan
Malam itu hanya ingin mengenangmu tersenyum hingga menertawakanmu.
Sebuah pembuktian perasaan, dan kini aku yakin Dia memenangkanku.
Jumat, April 22, 2011
Good Friday

Jumat Agung kali ini sedikit berbeda. Hujan tak seperti biasanya. Hujan dan guntur di kota ini memberikan kesan betapa sedih dan menyakitkan hari ini mengingat Dia yang mengorkankan diri membasuh dosa setiap manusia dengan darahNya. Siapakah kita sehingga layak menerima itu semua?? Bagiku sendiri peringatan Jumat Agung kali ini lebih menjadi titik balik perenungan diriku sendiri dalam satu tahun ke belakang. Apa yang telah aku perbuat untuk menyenangkan hatiNya dan apa yang sering aku lakukan menyakiti hatiNya dan apa yang sudah Dia berikan dan lakukan untukku. Terima kasih Yesus, untuk semua kebaikanMu, KasihMu dalam hidupku.
Seputih Bulu Domba
By; Nikita
Tak kau lupakan diriku
Kau ingat ku adalah debu
Tetapi Kau meninggikannya di hadapan malaikatMu
Tak Kau hapuskan namaku
Dari kitab kehidupanMu
Kau tak mau mengakuinya dihadapan Bapa
Kau Allah yang tiada mengingat lagi segala kesalahan
Ku yang telah Engkau ampuni
Walau dosaku merah bak kain kesumba
Engakau menjadikanku putih
Seputih bulu domba
--Firman Tuhan--
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba. ( Yes 1 : 18 )





